My Story

Kisah ini di mulai pada:

tengah malam ke 24 bulan september tahun seribu sembilan ratus delapan puluh tujuh, pada waktu itu malam sangat dingin sekali, daun-daun pepaya dibelakang rumahku banyak berguguran, ada sedikit cahaya terang dibalik awan hitam, ya, Nama Saya Aris Irawan, saya sekarang  23 tahun, kehidupan saya dimulai pada 24 september 1987 tengah malam 23 tahun yang lalu.

BAB I ……………… Jalan dr Arivai no. 22 Bukittinggi

saat itu kami tinggal di jalan dr Arivai no. 22 Bukittinggi, disanalah saya dilahirkan tepatbta di RS Achmad Mochtar, kami yaitu : saya (Aris irawan(Abang), Irwan kurniawan(Da ut’), mama dan papa saya. kenapa kami tinggal di sana, itu karena kedua orang tua saya adalah pegawai RRI Regional I Bukittinggi yang beralamat di Jalan Arivai No. 22 ini, dan kami menempati rumah dinas yang keadaannya sangat parah, kalau dapat saya gambarkan suasananya pada waktu itu begitu lembab karena rumah kami dindingnya lansung bersandar pada dinding atau tebing tanah dibelakang kantor RRI tersebut, selain itu dinding rumah itu juga terbuat dari triplek yang tidak ada lotengnya. setiap hujan turun rumah itu mengeluarkan air dimana2 karna atapnya yang bocor, papa dan mama selalu memperbaikinya, namun apa boleh buat karna kehidupan kami yang susah pada waktu itu memperbaikinya pun ala kadarnya, dan kemudian kembali bocor dan bocor lagi, karena itu saya sering sakit deman berat begitu juga adik saya yang untuk selanjutnya akan saya panggil si irwan atau Da ut’.

l,

masa kecill, kiri: papa, saya, irwan, mama

kehidupan kami sangat susah, makan sehari- hari saja Cuma ikan asin ditambah sayur2ran yang ditanam mama dibelakang rumah seperti terong, kentimun, daun ketela pohon, sawi, dan sayur kesukaan saya yaitu japan. dibelakang rumah kami juga memelihara ayam alakadarnya Cuma lima ekor yang terdiri dari 2 ayam jantan, dan tiga ayam betina, dari sinilah kami dapat memakan telornya kadang-kadang ketika dia (ayam betina) bertelur, disamping itu kadang-kadang kakek juga singgah Cuma untuk memberi cucunya sepotong daging yang tidak banyak sehabis beliau bekerja. karena kakek saya bekerja di rumah potong sebagai “Tukang Gerobak” yang bekerja membawa gerobak berisi daging yang begitu berat dari rumah potong yang terletak di pasar bawah kepasar atas yang jaraknya mencapai tiga kilo dalam keadaan mendaki yang terjal melalui kampung cina, setiap hari beliau membawa gerobak seperti itu sampai sepuluh kali secara berulang-ulang, kasihan memang kalau dinggat sekarang, setelah beliau tiada 2 tahun yang lalu, namun ada yang perlu dicontoh dari pengorbanan beliau demi keluarga mendorong gerobak demi menghidupi 9 orang anak dan seorang istri, dan masih sempat membantu menantu sekali-kali mengasih uang walaupun katanya untuk cucunya. kalu mengingat kisah itu sekarang saya menjadi malu dengan kakek, dan rasanya mau menitihkan air mata ketika mengingat kaket “nyiak maaf an aris nyiak sampai kini alun bisa manolong ama laeh, manolong diri sendiri si alun bisa lae nyiak maafan aris nyiak, enek si jarang ris caliak di tigobaleh nyiak……. maafan aris nyiak, karena alun bisa mendapatkan orang yang ris cintai nyik. tapi aris lah manjadi Guru kini nyiak, seperti yang inyik inginkan walaupun baraja baruh nyiak tapi itu semua karena doa’ inyik, maafan aris nyiak karna alun jo dewasa laeh dalam bapikia, masih alun percaya diri jolaeh, inyik bagih bana tukan kalau aris alun percaya diri jo laeh” kakek saya itu sampai bungkuk parah ketika usia tuanya karena perjuangan hidup yang begitu pahit, pahit sekali malahan, tapi dalam hidupnya selalu membuat orang bahagia 9 orang anaknya yang mampu ia sekolahkan, juga dapat membuat menantunya(papa saya) bahagia pernah bertemu dengan nya.

ngomong-ngomong dijalan arivai juga saya punya cerita masa kecil, masa kecil karena kami tinggal disana sampai saya berumur 4 tahun hampir lima tahun, di sana saya punya teman namanya kalu tidak salah saya memanggilnya iwan gadang, karena namanya hampir mirip dengan adik saya dan umurnya pun hapir sebaya dengan saya, iwan gadang adalah anak wakil kepla stasiun RRI kalau tidak salah, karena jabatan ayahnya yang tinnggi di kantor papa, kehidupanya pun jauh lebih baik dari kami, bayangkan saja dia punya perternakan ayam yang lebih banyak dari Cuma ayam kami yang lima ekor itu. bayangkan demi menerangi kandang ayamnya yang besar itu kadang-kadang lampu untuk rumah kami tidak bisa dihidupkan, krena listrik tersebut dipakai untuk kandang ayam tersebut, sampai-sampai papa bertengkar hebat dengan papa si iwan gadang, demi meminta listrtik agar kami semua bisa menonton televisi, lalu dia tidak mau malah menghina kami, sangat susah kehidupan waktu itu, saya tidak meng ada-ada namun memang kenyataannya begitu.

kehidupan kecil saya yang sering sakit-sakitan kata mama mengaharuskan kami menyediakan anti biotik sampai dua kilo di rumah atau satu plastik besar anti biotik, karena pada waktu itu selain demam panas yang parah sampai saya harus disuntik untuk menyadarkan kembali ketika demam, saya juga sering mengalami infeksi tenggorokan yang parah, sehinngga harus mendapatkan penanganan dokter spesialis, ada cerita bahwa ketika saya demam itu karena sangat parahnya saya harus direndamkan ke bak mandi lalu disuntik. bahkan dokter spesialis itu karena seringnya saya sakit, jadi akrap dengan keluarga kami, sampai sering mengundangkami untuk makan malam di rumahnya yang besar dan terang sekali. nama dokter itu dalah dokter “ginting” yang beragama protestan, yang juga pengusaha pakaian, akhirnya papa juga ikut menjual pakaiannya itu disela2 kesibukannya dikantor. karena bakat dagang papa yang dapat dikatakan begitu berbakat maka banyak juga pakaian yang terjual dan dapat juga membantu keuangan keluarga kami pada waktu itu. sampai2 pada waktu itu papa sempat membeli kan kami pistol2pistolan yang berbunyi beraneka ragam. sebenarnya saya sudah lama menginginkan pistol2lan itu, karena sudah lama melihatnya kepunyaan iwan gadang. cerita tentang iwan gadang kadang saya berkelahi dengannya karena dari kecil saya sudah lemah, saya berkelahi kadang dibantu si irwan yang pemarah, kami saja sering bertengkar berdua karena hal-hal sepele, irwan egonya agak tinggi, tapi dia sering sedih sendiri karaena juga peng iba hati.

Irwan adalah anak kedua didalam keluarga kami, dia lahir Cuma  berjarak dua tahun dari saya, banyak yang saya kagumi darinya, hidupnya yang punya prinsip dan berpendirian teguh kadang membuat saya seakan ingin sepertinya dalam bersikap dan bertindak. tau ndak film yang kami sukai sekarang  yaitu film “sarang heyo”…..hahahahah azaaza fighthing Bro.

irwan sekarang kuliah di andalas university, jurusanya Geologi Ilmu Tanah, nampaknya jurusan ini sangat cocok baginya karna ada yang membuat nya tertantang mempelajari ilmu yang merupakan bagian dari fakultas Pertanian Universitas andalas itu, hari-hari dilalunya sekarang di bukit limau manis Padang, yaitu kuliah dan menjalani aktivitas sehari-harinya di pasar baru bukit limau manis tersebut. Irwan pulang kerumah kadang satu kali sminggu, dia pulang jum’at sore sampainya di bukitinggi kira2 jam 21:00 wib kemudian kembali lagi kepadang untuk kembali kuliah pada seninnya setelah shalat subuh.Apa yang dikerjkannya saat dia dirumah????? Saat dirumah irwan hanya sibuk dengan kesenangannya I computer mulai dari main game computer sampai membaca komik yang di downloadnya sampai tengah malam, kami sekarang sering main game computer bersama, Pro Evolution Soccer 2010  itulah game yang sering kami mainkan bersama,,,,,,,partai berjuang sampai mati sering kami mainkan, partai terpanas ini yaitu pertandingan antara tim unggulan irwan yaitu tim yang dikenal dengan istilah “The Gunner” Arsenal dan tim kesayangan saya “The Blues” Celsea. Walaupun saya sering kalah, tapi permainan bola ini sungguh dapat membuat saya lega ketika banyak salah yang saya hadapi didalam kehidupan saya walaupun irwan tidak tahu akan hal itu, kadang saya sedang banyak masalah diluar rumah yang membuat hati sesak, kemudian agak lega setelah bertanding mati-matian dengan The Gunner  Arsenal, Thank’s Bro. nati kita lanjutkan cerita tentang irwan….siiipssssssssssss


BAB II…………… Rumah baru kami di tabek gadang

YA, tabek gadang, itulah nama perkampungan tempat “apa jo ama” (mama dan papa dalam bahasa ind) membeli tanah, untuk kami tinggali seumur hidup kami, tempat yang begitu indah untuk dijadikan tempat tinggal , dibawah perkampungan ini mengalir sebuah sungai (batang air) yang sangat jernih sampai-sampai menjadi salah satu sumber air minum Kota Bukittinggi  (Sumatera Barat),  di atasnya juga terbentang tiga kolam ikan yang besar yang memiliki cerita berbeda, masing2 kolam tersebut bernama : “Tabek ateh” (Kolam Atas), “Tabek Tangah” (Kolam Tengah) dan “Tabek Bawah” (Kolam Paling Bawah), masing-masingnya memiliki cerita berbeda, atau mitos berbeda.

tabek atau orang biasa menyebutnya kolam di kota-kota besar, adalah tempat orang “tabek gadang” tempat saya tinggal, untuk mencuci, mandi, bahkan buang air dan beruduk walaupun tempatnya tempatnya terpisah, namun adalah merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat tabek gadang. seperti yang saya cerita diatas masing-masing tabek/kolam tersebut  memiliki mitos yang berbeda, tabek/kolam yang pertama adalah tabek ateh, tabek ateh diceritakan adalah sebuah sumber air dari semua tabek/kolam yang ada, karena didalamnya terdapat sumber air/ mata air yang besar sehingga dapat memasok air yang jernih dan sangat besar ketika hujan untuk kedua tabek yang lainnya, tabek yang pertama ini ada mitos mistis disini, sehingga orang-orang sering melihat sesuatu ditengah malam, katanya nenek yang berambut putih duduk di atas air tersebut, katanya kalau seseorang diluar keturunan asli orang “tabek gadang” yang datang baik untuk bertempat tinggal, atau cuma lewat, kalau belum mencuci mukanya dengan air jernih tabek/ atau kolam besar ini, maka akan melihat yang aneh-aneh disepanjang tabek, bermacam-macam cerita orang, tentang apa yang dilihatnya di tabek ateh, belum tabek-tabek yang lain. tapi alhamdulilah saya sendiri belum pernah melihatnya. mungkin ketika kami pindah dulu dari Jln, Arivai langsung dimandikan ketabek/ kolam ini oleh orang tua kami, hahahaha, itu cuma guraoan!, karena kami atau tepatnya orang tua saya untuk bisanya kami tinggal ditabek gadang itu juga merupakan perjuangan panjang bahkan sampai saat ini. bukan langsung pindah rumah seperti layaknya orang kaya atau orang mengontrak rumah. kami tinggal disana didahului oleh membeli tanah yang juga banyak masalah disana, mulai dari tempatnya (tabek gadang) yang waktu itu masih baru terdapat dua rumah “sehingga Kelihatan Tinggal di hutan”.  sampai pembelian tanah yang “ndak buliah sakarek dibali di urang tu”  (dalam bahasa ind, tidak bisa dibeli setenganhya dari luas tanah keseluruhan)hahaha, iya tanah yang ditawar kepada kami terlalu luas sedangkan tanah yang diingginkan papa saya disesuaikan dengan kemampuannya sebgai pegawai negeri adalah separonya. akhirnya tanah tersebut kami beli juga semuanya, walaupun diansur-ansur.

BAB IV…………….Sedikit cerita tentang Rumah nenek

sebelum rumah kami selesai di Tabek Gadang, untuk sementara kami tinggal di rumah nenek terlebih dahulu, saya kenal kan nenek saya kepada pembaca semua, nenek saya adalah seorang ibu rumah tangga biasa, yang sangat patuh kepada suaminya yang berprofesi sebagai tukang gerobak dirumah pemotongan daging kota bukittinggi, nenek saya adalah seorang ibu dari sembilan anak yang terdiri dari dua laki-laki dan tujuh anak perempuan, bayangkan susanya menjadi seprang ibu dikala saat itu bila dilihat dengan ekonomi keluarga yang demikian pula

bersambung lagi

BAB III…………Masa2 ditaman kanak2

BAB V…………..Saya masuk sekolah dasar

BAB VI…………Latihan karate

BAB VII……………..Tamat sekolah dasar melanjutkan ke SLTP Negeri 2 Bukittinggi

BAB VIII……………Masa muda di SMA, main basket dan tenis lapangan

BAB IX………………Sedikit tentang penyakit yang diderita waktu SMA

BAB X…………………Pra Kuliah

BAB XI………….Kuliah di UMSB Bukittinggi

BAB XII…………….Hai!

BAB XII……… Belajar Menjadi Dosen Kader di UMSB

BAB XIII…………….Setelah Hari Ini

hidupku : tentang orang yang sering dilupakan, tentang cinta, tentang semangat pengorbanan, tentang harga diri, tentang ketulusan, tentang berbuat apa dan untuk apa, tentang canda ketawa, dan tentang bahagia

liku jalan bagai liku hidup demi satu tujuan

“gomapseumnida” TELAH MENGUNJUNGI BLOG SAYA“gomapseumnida”

Annyeong hasey0

Jeonun Aris Irawan imnida.
Bukittinggi esso wasseumnida.
Ban-gapsseumnida

  1. mebi cr
    September 20, 2010 at 9:10 am

    mantapsssss ris………………..

    • November 2, 2010 at 11:09 pm

      apo yang mantapppppppppppp, ni mebi, “ah biasa aja” hehehhe

  2. October 29, 2010 at 7:35 am

    Tak banyak orang yang mau mendokumentasikan kisah hidupnya, tapi Aris Irawan tidak..
    salam kenal🙂

    • November 2, 2010 at 10:42 pm

      hahahahah, pasti dah baca, mohon kritik nya ya, kalo masalah penulisan kemampuan saya nol banget, heheheheh, salam kenal juga tuh, thanks…………
      lain kali saling tukar pikiran masalah blog, ya!

    • November 15, 2010 at 6:04 am

      salam kenal,,, jg

  3. November 3, 2010 at 6:10 am

    Uda baca, tapi ndak semuanya..pusing juga lama-lama baca biografi Aris,hee..becanda..
    Ehh, aku juga baru koq bergabung di dunia blog. Tapi aku emang suka nulis, katamu blogku kaya’ diary..ya emang begitu🙂

    • November 15, 2010 at 5:57 am

      yaaaaaaaaaaaa, pasti lah bingung, karna, sebagian masih pakai bahasa daerah (padang (minang)) heheheh, lain kali di perbagi dah, biar novi bisa baca,,,, sesuai “EYD” ya, he, thnks

      • January 25, 2011 at 2:18 am

        hahahahahha, maklum lah,,,, orang kampung hahahah,,, orang kampung ngeblok,hahahah

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: